Wednesday, June 30, 2010

CFA Response to Ikenberry's Work Group Report

The CFA applauds efforts to streamline administration and procurement costs in order to commit shrinking university resources to core missions of teaching and research. But we also see much to give faculty pause in recent announcements about the report of President Ikenberry’s Administrative Review and Restructuring Work Group and impending plans to implement its recommendations.

• The centralizing of “human capital” strategic plans and monitoring procedures according to new business models engineered from above are of particular concern, especially as they will affect all academic personnel and staff and the vital educational missions they support.

• The focus of IT investment in on-line learning environments while classroom technologies in a number of sectors of the university continue to lag also needs faculty input.

• The coordination of Foundation and alumni fundraising relations with little mention of the importance of key faculty research objectives and departmental connections threatens to strangle communications to potential funding sources of the most important, ground-level activities of teachers and researchers.

• The spectre of new “consulting” firms coming in to advise the process raises further concerns about the voice faculty will have in shaping these important changes; not to mention the extra expenses to be incurred in implementing them.

The Working Group is right that communications programs provide a broad range of services to connect with and inform the many and varied stakeholders of the University…” Put in a more education-friendly form, it is vital that transformations of university procedures actually facilitate the free exchange of ideas among faculty, students, staff, administrators, alumni, fundraisers and the larger communities we serve.

Observing that President Ikenberry has been charged by incoming President Hogan to move forward quickly in implementing the Working Group’s recommendations, the CFA looks forward to substantial faculty input on the implementation process, which seems, from the list of working-group members, to have been lacking in the formation of the Working Group itself. As a voice for faculty communication throughout this process, the CFA stands ready to investigate and address the faculty’s many vital interests. Please join us.

Kathryn Oberdeck
President, Campus Faculty Association
June 25, 2010

Tuesday, May 25, 2010

WORKSHOP ICEMA “MUSIC & SOCIAL NETWORKING”


WORKSHOP ICEMA
(INDONESIAN CUTTING EDGE MUSIC AWARDS):
“MUSIC & SOCIAL NETWORKING”


Social Networking merupakan semacam portal atau situs tempat berkumpulnya para member yang ingin menjalin dan menambah relasi agar pertemanan di Dunia Maya ini lebih erat dan tentu saja lebih banyak. Seiring perkembangannya, Social Networking tidak hanya sebagai ajang berkumpul, namun juga ajang berbagi dan promosi. Banyak banget Social Networking yang menawarkan fitur “Rangking/Peringkat” dimana penilaian yang diberikan terhadap situs/blog/profile kita yang terdaftar tergantung dari masing-masing kebijakan si-penyelenggara. Dunia musik Indonesia pun saat ini sering menggunakan sarana social networking ini sebagai ajang pencarian bakat para muda. Guna memberikan pengetahuan/edukasi kepada anak muda tentang dunia maya (jejaring social) bagi perkembangan musik di Indonesia maka Windows Live dan Trax FM bekerjasama dengan HMJ Ilmu Komunikasi FISIP Undip mengadakan workshop Indonesian Cutting Edge Music Awards (ICEMA) yang bertemakan “Music and Social Networking”.
Workshop yang diadakan pada Selasa, 25 Mei 2010 di Gedung Prof. Soenardi Jalan Hayam Wuruk ini dimulai pada pukul 9.30WIB. Pada pukul 09.00WIB peserta workshop sudah berada di dalam ruangan dan sangat antusias untuk mengikuti jalannya workshop karena dalam workshop ini dihadirkan M. Bayu Widagdo, S.Sos (Dosen Marketing Komunikasi), Garna Raditya (Wartawan Suara Merdeka dan aktivis musik indie & cutting edge), serta Endah & Rhesa (Artis dari Jakarta dan finalis ICEMA 2010) sebagai pembicara.
Pada awal dibukanya acara workshop ini ditampilkan salah satu new comer dari finalis ICEMA. Setelah sang new comer selesai menyanyikan satu lagu maka dimulailah acara workshop ini. Pembicara pertama yaitu Garna Raditya menjelaskan perihal cutting edge dan perkembangan musik di Indonesia. Suasana saat itu hening karena para peserta terlihat menikmati uraian yang diberikan oleh Garna Raditya. Tambahan uraian pun diberikan oleh M. Bayu Widagdo. Bayu menjelaskan perihal social network yang sekarang mulai diramaikan juga oleh Windows Live. Selesai dengan uraian yang diberikan oleh dua pakar tersebut, Endah & Rhesa melanjutkan acara workshop ini dengan sharing pengalaman yang mereka dapatkan setelah beberapa tahun terjun ke dunia permusikan Indonesia.
Endah & Rhesa merupakan pasangan suami-istri yang sering berkolaborasi bersama dalam satu panggung. Mereka sering membawakan lagu-lagu mereka secara akustik. Dulu, saat pertama-tama mereka meniti karir, banyak kafe-kafe yang menolak pengajuan Endah & Rhesa untuk tampil di kafe tersebut karena pada saat itu sedang trend dengan musik “DJ”; bukan acustic musical. Namun, suatu waktu ada 1 kafe yang menyetujui Endah & Rhesa untuk tampil mengisis life music di kafe mereka. Dengan kegigihan mereka, lambat laun musik mereka pun diterima oleh khalayak. Mereka kemudian menyambangi dunia social networking guna mempermudah akses mereka dalam berpromosi. Endah & Rhesa percaya bahwasanya being different is good.
Sharing yang diberikan oleh Endah & Rhesa ini menyita banyak perhatian dari para peserta workshop. Terlihat pada saat sesi tanya jawab banyak peserta yang berlomba-lomba untuk bertanya kepada Endah & Rhesa. Namun pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak semata-mata ditujukan pada Endah & Rhesa, Bayu dan Garna pun menjadi sasaran dilontarkannya beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan social networking.
Selesai dengan sesi tanya jawab maka masuk ke acara terakhir yang paling dinanti oleh para peserta yaitu life performance dari Endah & Rhesa. Hampir seluruh peserta ikut bernyanyi bersama dengan Endah & Rhesa. Terpukau dengan aksi yang ditunjukkan oleh pasangan suami-istri ini, tepuk tangan dari para peserta pun mulai mengudara dengan begitu nyaringnya.







Saturday, May 22, 2010

Indonesia Cutting Edge Music Awards 2010



Indonesia Cutting Edge Music Awards 2010! SELASA 25 MEI 2010, 09.30-13.00 @Gd.Prof.Ir.R.Soenardi Undip
GRATIISS!! fREE snack dan sertifikat!
CUKUP sign up atau sign in dulu lewat www.live.com terus add account icemacampus_smg@live.com...
Guest starnya ENDAH N RHESA..TEMPAT TERBATAS!! BURUAN

Friday, May 14, 2010

Peter Brown on adjuncts

Check out this post by Peter Brown on adjunctification of higher ed and why adjuncts deserve a living wage and job security (among other things -- I'm not doing the article justice).

FreePass to Backstage KARNAVAL SCTV



























































5 teman-teman peserta Workshop SCTV GOES TO CAMPUS yang diselenggarakan oleh SCTV bekerjasama dengan HMJ KOMUNIKASI UNDIP, mendapatkan tiket freepass ke backstage Karnaval SCTV..
Mulai dari ngobrol banyak soal produksi studio sampai nonton langsung Karnaval SCTV di stage terdepan. Tidak ketinggalan jumpa dan foto bareng dengan artis-artis ibu kota pengisi acara Karnaval SCTV...
Mau dapat kesempatan yang sama?? makanya jgn pernah lewatin event2 serunya HMJ berikutnya!!!!!!!

Sunday, May 9, 2010

WORKSHOP CARNAVAL SCTV 2010 “KREATIF PRODUKSI TV DAN PRESENTER”


WORKSHOP CARNAVAL SCTV 2010
“KREATIF PRODUKSI TV DAN PRESENTER”



SCTV bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi FISIP Undip menyelenggarakan Workshop Carnaval SCTV: Kreatif Produksi TV dan Presenter. Para peserta telah memasuki ruang seminar yang berada di Gedung Pasca Sarjana Undip Pleburan pada pukul 09.00 WIB. Acara Workshop ini dibuka oleh Adi Nugroho selaku dosen pembimbing Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undip dan Agung S selaku Humas SCTV.
Ronny Kusuma selaku Kepala Departemen Operasional SCTV memulai workshop dengan tema pertama yaitu bagaimana kita mensegmentasi acara-acara yang kita buat sesuai dengan target audiences. Sebagai contoh acara INBOX SCTV yang hadir setiap hari pada pukul 07.30 WIB, di sini pihak SCTV membidik anak muda sebagai audiencenya oleh karena itu format acara dibuat dengan tema “alay”. Mengapa? Karena budaya masyarakat Indonesia mayoritasnya banci tampil atau biasa dikenal dengan istilah “narsis”. Tema kedua yang Ronny sampaikan adalah mengenai kekreatifan kita dalam merakit sebuah acara agar tidak terkesan monotone. Contoh dari penjelasan ini adalah acara musik yang saat ini sedang digarap SCTV yaitu Harmoni. Di sini Harmoni tampil berbeda dengan acara-acara musik yang lain, karena Harmoni hanya ditayangkan sebulan sekali yaitu pada tanggal 20. Acara musik yang disuguhkan di sini dikemas secara eksklusif karena diiringi dengan Orchestra Musical, penyanyi-penyanyi yang tampil di acara ini pun tampil dengan busana serba rapi sehingga terlihat mewah.
Artis yang memeriahkan seminar kali ini adalah Jeniffer Arnelita. Jeniffer berbagi pengalaman kepada peserta seminar tentang bagaimana awal mula ia terjun di dunia presenting. Ia mengaku bahwa dulu ia merupakan orang yang pemalu; tidak suka untuk berbicara di depan umum. Namun, ia dibujuk oleh teman-temannya untuk casting presenter di salah satu stasiun televisi. Tidak mudah ternyata untuk menjadi presenter, ia sempat beberapa kali ditolak dari beberapa casting yang ia lakukan. Putus asa sempat dilanda olehnya. Suatu ketika, ia diterima casting di sebuah acara reality show yang ditayangkan oleh SCTV. Dari situ, ia mulai mendapat “kesenangan” tersendiri di dalam dunia presenting. Jeniffer menambahkan bahwa ia sering membaca-baca buku untuk menambah pengetahuannya agar mempermudah dirinya ketika menjadi presenter di acara formal sekalipun.
Acara workshop tersebut juga memberi kesempatan kepada 5 peserta yang beruntung untuk “mengintip” back stage acara Konser Karnaval SCTV yang akan diadakan Jumat malam di lapangan Simpang Lima Semarang. Pemilihan 5 peserta beruntung ini langsung dilakukan oleh Jennifer sendiri.
Telah kita ketahui bersama bahwa dunia pertelevisian dan juga dunia presenting sekarang ini sangat diminati oleh banyak orang. Untuk itu maka diperlukan ilmu, taktik, dan juga trik yang harus dimiliki orang-orang tersebut agar nantinya mereka dapat meningkatkan kualitas dunia pertelevisian dan juga dunia presenting di Indonesia. Ketua panitia, Erva Maulita, mengatakan “Workshop ini telah terselenggara dengan lancar tanpa ada suatu kendala apa pun. Peserta yang datang adalah berkisar 300 orang. Ada pun tujuan diselenggarakannya workshop ini adalah memberikan pengetahuan dan memberikan gambaran bagi para mahasiswa tentang bagaimana menjadi kreatif produksi TV dan presenter yang handal dan kompeten.”


























OLYMPIACOMM “SPORT TO COMMUNICATE OUR SPIRIT”

OLYMPIACOMM
"SPORT TO COMMUNICATE OUR SPIRIT"



Olahraga merupakan hal yang sangat vital dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Selain dapat menyehatkan badan dan jiwa kita, olah raga juga dapat menjaga fisik kita agar tetap bugar, pikiran dan otak kita pun akan menjadi jernih. Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi FISIP Undip mengadakan suatu kegiatan olahraga tahunan yaitu Olympiacomm. Kegiatan tahunan yang kali ini bertema “SPORT to Communicate Our Spirit” ini dilaksanakan pada tanggal 3-7 Mei 2010 pada pukul 14.00-18.00 WIB di Lapangan Basket dan Lapangan Volly Undip Pleburan.
Kegiatan yang berlangsung lima hari ini diisi dengan kompetisi-kompetisi olahraga seperti futsal, volly, tarik tambang dan juga beberapa tradisional game. Tidak hanya mahasiswa saja ilmu Komunikasi FISIP Undip yang berkompetisi, dosen dan karyawan pun ikut serta memeriahkan kegiatan Olympiacomm ini. Antusias peserta dan juga supporter-supporter Olympiacom membuat lapangan basket dan lapangan volly Undip Pleburan yang biasanya sepi menjadi sangat ramai.
Turnomo Raharjo selaku Ketua Jurusan membuka acara Olympiacomm 2010 ini dengan khidmat. Beliau mengatakan bahwa dalam pertandingan ini kalah-menang itu biasa, jangan sampai kekalahan itu membuat masing-masing diantara kita bermusuhan karena sebenarnya tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa.
Untuk hari pertama hingga hari ketiga pertandingan yang digelar adalah pertandingan futsal dan volly yang menghasilkan lawan-lawan yang tangguh untuk diadu lagi pada babak final yang diadakan pada hari Jumat. Yang tak kalah menarik adalah pertandingan futsal mahasiswa melawan dosen Ilmu Komunikasi FISIP Undip. Pertandingan heboh ini sangat dinanti-nanti oleh seluruh mahasiswa karena mereka ingin melihat kemampuan para dosen di bidang olahraga. Setelah memakan waktu kurang lebih 30 menit, pertandingan antara mahasiswa dan dosen ini akhirnya dimenangkan oleh tim dosen dengan skor 4-2.
Pertandingan yang agak berbeda ada di hari ke empat dari acara Olympiacom ini. Pada hari ke empat ini, panitia menyelenggarakan pertandingan tarik tambang dan traditional games. Ada pun tradisional games ini meliputi lomba bakiak, balap karung dan pecah balon air. Pada saat pertandingan tarik tambang terselenggara terdengar riuh rendah suara para supporter yang mendampingi masing-masing tim yang bertanding. Mereka semua terlihat sangat bersemangat.
Sampai pada hari kelima, inilah hari yang dinanti oleh seluruh peserta karena hari ini merupakan penentuan pemenang dari pertandingan futsal dan pertandingan volly. Dalam babak final untuk pertandingan futsal ditandingkan tim mahasiswa angkatan 2006 ekstensi dan angkatan 2005, yang kemudian dimenangkan oleh mahasiswa angkatan 2006 ekstensi. Sedangkan untuk pertandingan volly ditandingkan tim mahasiswa angkatan 2006 reguler dan angkatan 2005, yang kemudian dimenangkan oleh mahasiswa angkatan 2006 reguler.
Setelah semua pertandingan selesai dijalankan maka acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang pertandingan. Tak ada sedikit pun perkelahian di sini, semua mahasiswa terlihat sangat puas dengan apa yang telah mereka capai selama 5 hari pertandingan ini. Ketua panitia, Taufik Rahmad, mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan utama yaitu untuk mempererat rasa persatuan dan persaudaraan, serta meningkatkan komunikasi antar mahasiswa ilmu komunikasi FISIP Undip. Dan untuk selanjutnya, semoga semangat kekeluargaan antar mahasiswa selalu dapat dijaga dengan sebaik mungkin.